MANAJEMEN PROYEK REKAYASA TERHADAP
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI INDONESIA BERTAHAN DI PANDEMI COVID-19
16 Mei 2021
Ellen Lindawati Siagian (21S18006)
Infrastruktur merupakan suatu sektor
penyumbang bagi pendapatan masyarakat jika terjadi keterlambatan pembangunan
infrastruktur Indonesia maka akan menghambat perekonomian, sebaliknya jika
infrastruktur yang baik tentu akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat
serta perekonomian nasional. Sejak pandemi Covid-19 terjadi membuat pembangunan
infrastruktur terhambat bahkan mengalami penundaan karena peraturan pemerintah
menetapkan lockdown di beberapa negara di Indonesia sehingga membuat kemandekan
dalam proses pembangunan. Dengan kondisi tersebut pendapatan daerah yang
semakin turun maka diciptakan strategi yang tepat dengan beradaptasi dengan new
normal. Kesepakatan tersebut dilakukan karena kegiatan tidak dapat digunakan
sepenuhnya secara daring. Ketentuan yang harus dilakukan dengan mengikuti
aturan protokol kesehatan agar tidak terjadi peningkatan penularan covid-19 .
Oleh karena itu maka dibutuhkan kajian mengenai strategi yang akan diambil oleh
pelaku pemangku kepentingan dalam pembangunan infrastruktur Indonesia dengan
membahas kembali kontrak – kontrak. Kajian ini saya buat berdasarkan perspektif
Manajemen proyek rekayasa yang telah dipelajari.
- Manajemen
Pemangku Kepentingan
Pemangku kepentingan yang
diidentifikasi pada pembangunan infrastruktur Indonesia seperti
infrastruktur jalan, pelabuhan, pengolahan air bersih, listrik,
Transportasi, dan kesehatan adalah
pemerintah pusat maupun daerah pada pembangunan infrastruktur, BUMN dan sektor
swasta. Untuk mempermudah melakukan strategi yang telah ditetapkan dalam
pembangunan infrastruktur hal yang perlu dilakukan mengatur pola pelaksanaan
pekerjaan dan hubungan kerja antar setiap orang yang ada dalam sebuah proyek
pembangunan infrastruktur tersebut.
- Manajemen Integrasi Proyek
Strategi ini akan mendefinisikan,
mempersiapkan, dan mengkoordinasikan semua rencana pemangku kepentingan dengan
mengarahkan pengolahan pekerjaan dan pengetahuan proyek, selanjutnya dilakukan
pemantauan dan pengendalian terhadap pekerjaan proyek. Adapun cara yang dapat
dilakukan para pemangku kepentingan dalam kebutuhan proyek terdiri dari
- Develop
Project Charter dimana telah diberikan wewenang kepada project manager dalam menjalankan proyek.
- Develop
Project Management Plan yaitu proses dalam persiapan dan mengkoordinasikan, mengintegrasikan rencana pembangunan infrastruktur Indonesia.
- Direct
and manage project work yaitu menjalankan seluruh rencana yang sudah disusun di dalam projet management plant.
- Monitor
and Control Project Work yaitu proses meninjau dan pelaporan kemajuan proyek pembangunan infrastruktur yang telah ditetapkan sesuai
rencana manajemen proyek
- Perform
Integrated Change
- Close
Project or Phase yaitu proses finalisasi dari semua aktivitas proyek
untuk mendapatkan formal acceptance bahwa proyek selesai.
- Manajemen Waktu Proyek
Manajemen waktu proyek membahas
tentang memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek dan
menjamin ketepatan waktu dalam penyelesaiannya. Sehingga dalam strategi ini
harus menggunakan milestone dimana
teknik ini sangat berguna untuk membuat tujuan jadwal dan memantau perkembangan
pada pembangunan infrastruktur sesuai dengan strategi yang telah disusun oleh
pemangku kepentingan. Pada manajemen ini dinisi dilakukan peninjauan kembali
terhadap aktivitas yang dilakukan apakah sesuai urutan atau tidak. Untuk
menghitung durasi proyek total dapat menggunakan CPM (Critical Path Method) dimana metode ini dapat mengetahui waktu
yang dibutuhkan dalam penyelesaian proyek dari rangkaian aktivitas yang akan
diselesaikan.
- Manajemen
Komunikasi Proyek
Pada manajemen ini meliputi
proses-proses yang diperlukan untuk memastikan strategi yang dilakukan oleh
pemangku kepentingan dengan memberikan informasi. Terdapat beberapa proses yang
harus dilakukan dalam manajemen ini baik untuk pelaksana maupun semua pemangku
kepentingan.
- Perencanaan komunikasi dimana
dalam hal ini harus menentukan informasi dan komunikasi kebutuhan para
pemangku kepentingan.
- Distribusi Informasi yaitu
membuat informasi yang diperlukan tersedia untuk para pemangku kepentingan
proyek tepat pada waktunya.
- Pelaporan kinerja yaitu
pengumpulan dan penyebaran informasi kerja, termasuk laporan, pengukuran,
dan perencanaan.
- Mengelola stakeholder yaitu
mengelola komunikasi untuk memenuhi kebutuhan dan harapan dari stakeholder
proyek dan menyelesaikan masalah.
- Manajemen
lingkup proyek
Pada manajemen ini terdapat beberapa
proses yang diperlukan oleh para pemangku kepentingan agar strategi yang sudah
ditentukan sebelumnya mencakup semua ruang lingkup dan kegiatan. Untuk proses
perencanaan pembangunan infrastruktur yang harus dilakukan adalah perencanaan
manajemen lingkup, melakukan pengumpulan persyaratan, penetapan lingkup dan
pembuatan WBS. Setelah melakukan proses pelaksanaan maka dilakukan validasi
lingkup dan pengendalian lingkup.
- Manajemen
pengadaan proyek
Pada manajemen ini akan membantu
pemangku kepentingan menentukan apa yang dibutuhkan, kapan dibutuhkan dan
bagaimana proses pengadaannya. Dalam perencanaan ini harus diputuskan apa saja
yang harus diambil dari luar, tipe kontrak dan menggambarkan kerja yang harus
dilakukan oleh masing masing pemangku kepentingan.
- Manajemen
sumber daya manusia proyek
Manajemen Sumber Daya Manusia
merupakan proses yang mengorganisasikan dan mengelola atau menempatkan
orang-orang yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur sehingga orang
tersebut dapat dimanfaatkan potensinya secara efektif dan efisien untuk dapat
melakukan strategi yang telah dibentuk dalam situasi pandemi Covid-19. Pada
manajemen sumber daya manusia ini para pemangku kepentingan akan membangun tim
proyek baik secara kelompok maupun individu yang tujuannya untuk meningkatkan
kinerja proyek. Kemudian mengelola tim proyek dengan memberikan masukan atau
motivasi, solusi atau sekedar koordinasi.
- Manajemen
Kualitas Proyek
Untuk meninjau kualitas layanan dari
pemangku kepentingan maka dibutuhkan manajemen kualitas proyek untuk mengontrol
untuk memastikan bahwa proyek pembangunan infrastruktur tersebut memuaskan
kebutuhan. Jika para stakeholder tidak puas dengan kualitas manajemen proyek
atau yang dihasilkan maka tim proyek akan melakukan penyesuaian pada ruang
lingkup, waktu dan biaya untuk memuaskan kebutuhan dan harapan stakeholder pada
kondisi covid-19.
- Manajemen
Biaya Proyek
Pada manajemen biaya proyek, untuk
mengukur biaya maka menggunakan sebuah
metode yang dapat memprediksi biaya yang akan dikeluarkan dan membantu
mengurangi pengeluaran melampaui biaya yang sudah diprediksi karena pada
kondisi Covid 19 ini banyak terjadi pemberhentian pembangunan infrastruktur
karena biaya yang kurang. Jadi proses yang harus dilakukan dalam pembangunan
infrastruktur adalah sebagai berikut:
-
Perencanaan biaya yaitu menentukan sumber daya
apa saja yang akan digunakan dan memprediksi jumlahnya dalam pembangunan
infrastruktur
-
Estimasi biaya yaitu menyusun perkiraan
biaya-biaya yang diperlukan dalam menyelesaikan pembangunan Infrastruktur.
-
Penganggaran biaya yaitu membuat suatu alokasi
perkiraan biaya secara menyeluruh ke dalam rincian pekerjaan untuk menetapkan
suatu baseline sebagai ukuran kinerja.
-
Pengendalian biaya dimana jika terjadi perubahan
pada anggaran proyek maka harus melakukan pengendalian
- Manajemen
Resiko Proyek
Manajemen ini akan membantu para
pemangku kepentingan untuk merencanakan, mengidentifikasi, menganalisis, dan
merespon resiko dari strategi dan keputusan yang dipilih. Tujuan dari manajemen
risiko ini agar terhindar dari dampak peristiwa yang merugikan proyek.,
kemudian memastikan tingkat dan tipe manajemen risiko yang tepat dengan resiko
dan kepentingan dari para pemangku kepentingan.
Saya memilih manajemen ini sebagai
manajemen yang paling membantu pemangku kepentingan dalam mengelola,
mengarahkan, dan mengkoordinasikan sumber daya disaat mulainya proyek
pembangunan infrastruktur hingga akhir untuk mencapai suatu tujuan yang
dibatasi oleh biaya, waktu, dan kualitas untuk mencapai kepuasan, terkhusus
pada perencanaan manajemen biaya yang biasanya menjadi salah satu penyebab
pemberhentian sebuah proyek besar seperti pembangunan infrastruktur karena
kekurangan biaya atau dana, apalagi jika dilihat dari kondisi pandemic Covid-19
yang mempengaruhi perekonomian nasional serta akses kerjasama dengan luar menjadi
sangat sulit dilakukan. Berikut merupakan proses yang harus dilakukan dalam
manajemen biaya proyek agar pembangunan infrastruktur dapat bertahan pada
pandemic covid 19 dimana akibat pandemic ini menimbulkan keterlambatan
pembangunan akibat biaya yang dibutuhkan kurang jadi untuk membantu pemangku
kepentingan dalam membangun infrastruktur bertahan di pandemic covid-19 dari
segi perencanaan manajemen biaya maka melakukan proses sebagai berikut:
●
Perencanaan sumber daya
Suatu proyek akan mempengaruhi
sumber daya. Dimana sumber daya membuat rencana kebutuhan berbagai sumber daya
berdasarkan aktivitas pekerjaan dalam suatu
proyek. Dalam pembangunan infrastruktur Indonesia hal yang perlu
dipertimbangkan adalah bagaimana tingkat kesulitan para pekerja dalam melakukan
proyek tersebut terkhusus pada pandemik
covid-19, mengetahui ketersediaan material dan peralatan serta sumberdaya yang
dibutuhkan dalam menyelesaikan proyek.
●
Estimasi Biaya
Salah satu yang paling
penting pada manajemen biaya, karena pembangunan Infrastruktur merupakan sebuah
proyek yang sangat besar dan komplek dimana estimasi biaya harus dilakukan
secara realistis. Untuk melakukan estimasi biaya dapat menggunakan tool dan
teknik estimasi biaya seperti pendekatan atas bawah dimana pada teknik ini
menggunakan harga riil proyek sejenis yang sebelumnya pernah dikerjakan untuk perkiraan biaya yang baru, pendekatan bawah atas yaitu menaksir materi pekerjaan secara rinci
dan menjumlahkan secara keseluruhan untuk menentukan biaya total proyek, dan pendekatan
parametric yaitu membuat perkiraan biaya proyek dengan menggunakan model
matematika berdasarkan variabel atau
karakteristik proyek.
●
Penganggaran biaya
Untuk pembangunan infrastruktur penganggaran biaya sangat penting
karena perkiraan anggaran biaya melibatkan alokasi perkiraan biaya pembangunan dan menyediakan suatu pedoman bagi pembiayaan
●
Pengendalian Biaya
Untuk pengendalian
biaya, bila terjadi perubahan perubahan yang mempengaruhi biaya proyek ketika
proses pembangunan Infrastruktur maka harus segera diinformasikan kepada
pemangku kepentingan.
Demikian karya tulis ini saya buat semoga dapat berguna bagi para
pembaca dan bagi para pemangku kepentingan yang sedang atau akan membangun Infrastruktur di masa Covid 19. Semoga dengan proses
dan manajemen proyek tersebut akan mempermudah sekaligus membantu untuk
bertahan dalam pembangunan Infrastruktur terutama dalam segi manajemen biaya proyek. Jika ada kekurangan
atau pernyataan yang tidak sesuai dapat memberikan tanggapan di kolom komentar untuk membantu memperbaiki karya tulis ini,
sekian dan terima kasih.
Salam,
Ellen Siagian
